Pengetahuan tentang batang kuningan
Batang kuningan merupakan batang pengolah logam non-ferrous, yang sebagian besar terdiri dari tembaga dan seng, dinamai berdasarkan warna kuningnya. Kandungan tembaga pada batang kuningan biasanya antara 56% dan 68%, dan titik lelehnya adalah 934 hingga 967 derajat. Material ini memiliki sifat pengolahan yang baik dan konduktivitas yang tinggi, serta banyak digunakan di berbagai bidang. Batang kuningan dapat dibagi menjadi batang kuningan tempa panas, tempa dingin, dan cincin sesuai dengan proses pembuatannya. Karakteristiknya meliputi sifat mekanis yang baik, ketahanan aus, dan plastisitas yang sangat baik, yang cocok untuk pembuatan instrumen presisi, komponen kapal, selongsong senjata, dll.
Komposisi kimia dan prinsip pembuatan batang kuningan memiliki pengaruh penting pada kinerja dan jangkauan aplikasinya. Misalnya, batang kuningan H68 memiliki plastisitas yang sangat baik dan kekuatan yang tinggi, cocok untuk pemotongan dan pengelasan, dan cocok untuk skenario aplikasi yang membutuhkan plastisitas dan kekuatan yang baik. Batang kuningan HPb62 dan batang kuningan H62 berbeda dalam komposisi kimia dan karakteristik kinerjanya. Batang kuningan HPb62 memiliki kinerja pemotongan dan antigesekan yang sangat baik karena kandungan timbalnya yang tinggi, dan cocok untuk komponen jam tangan, mobil, dan komponen mesin umum. Batang kuningan H62 mungkin memiliki jangkauan adaptasi aplikasi yang lebih luas, termasuk komponen struktural, pemanas air kamar mandi, dll.
Batang kuningan memiliki berbagai macam aplikasi. Batang kuningan tidak hanya digunakan untuk membuat alat musik seperti gong, simbal, lonceng, dan terompet, tetapi juga berperan penting dalam bidang manufaktur listrik, elektronik, dan mekanik. Misalnya, pada komponen tembaga presisi seperti suku cadang mobil, aksesori medis, dan aksesori listrik, batang kuningan banyak digunakan karena kinerja pemrosesan dan konduktivitasnya yang sangat baik. Selain itu, batang kuningan juga dapat memiliki warna yang berbeda sesuai dengan kandungan seng yang berbeda. Misalnya, ketika kandungan seng 18%-20%, warnanya akan menjadi kuning kemerahan, dan ketika kandungan seng 20%-30%, warnanya akan menjadi kuning kecokelatan.










